Pererat Kerja Sama Strategis, PM Anwar Ibrahim Awali Kunjungan Resmi ke Turki
Pererat Kerja Sama Strategis, PM Anwar Ibrahim Awali Kunjungan Resmi ke Turki
ANKARA – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, resmi memulai kunjungan kerja ke Turki hari ini, Selasa (6/1/2026). Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Januari ini menjadi tonggak penting bagi pemerintahan Anwar dalam memperkokoh hubungan bilateral dan memperluas jaringan kerjasama internasional yang pragmatis.
Sekretaris Pers Senior Perdana Menteri, Tunku Nashrul Abaidah, menyampaikan bahwa agenda utama dalam lawatan ini adalah pertemuan tingkat tinggi antara PM Anwar dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Kedua pemimpin dijadwalkan untuk mempengerusikan secara bersama pertemuan Majlis Kerjasama Strategik Tahap Tinggi di Ankara.
Fokus Kerjasama Sektor Pertahanan dan Ekonomi
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi besar Kerajaan MADANI untuk meningkatkan kemitraan strategis yang lebih terstruktur. Fokus utama diskusi mencakup beberapa sektor kunci:
“Lawatan ini mencerminkan keazaman pemerintah untuk terus memperluas jaringan kerja sama yang berorientasi pada hasil (results-oriented), berteraskan prinsip Malaysia MADANI demi manfaat jangka panjang rakyat,” ujar Tunku Nashrul dalam taklimat medianya.
Agenda di Istanbul dan Diplomasi Publik
Selain pertemuan resmi di ibu kota Ankara, PM Anwar Ibrahim juga dijadwalkan mengunjungi Istanbul. Di sana, beliau akan mengadakan sesi meja bulat (roundtable) bersama komunitas bisnis Turki dan para investor potensial. Pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi Malaysia di tahun 2026, yang juga bertepatan dengan peluncuran program Visit Malaysia 2026.
Anwar juga dijadwalkan memberikan kuliah umum di salah satu universitas ternama di Turki serta mengadakan pertemuan dengan diaspora Malaysia. Hal ini menunjukkan aspek diplomasi publik yang kuat, di mana Anwar ingin memastikan bahwa kebijakan pemerintahannya dipahami dengan jelas oleh komunitas internasional.
Hubungan yang Kian Menguat
Hubungan Malaysia dan Turki telah lama terjalin erat, terutama di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim dan Presiden Erdoğan yang dikenal kabarmalaysia.com memiliki hubungan pribadi yang baik. Turki saat ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar Malaysia di kawasan Asia Barat. Pada tahun-tahun sebelumnya, nilai perdagangan kedua negara terus menunjukkan tren positif, terutama di sektor produk minyak sawit, elektronik, dan peralatan pertahanan.
Kunjungan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan baru yang konkret (MOU), yang tidak hanya menguntungkan sektor pemerintahan tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor swasta di kedua negara.
Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan poin-poin utama dari artikel ini atau menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris?










